Oknum Jurnalis TV Nasional ‘Lecehkan’ Relawan Semeru

 


Lumajang, Lintasbatasnews.com – Oknum Jurnalis TV Nasional berinisial (WS), bikin ulah. Dia diduga meremehkan relawan Semeru, Rabu (5/1/2022).


Oknum Jurnalis berinisial WS, ini membuat tersinggung sejumlah relawan Semeru dengan ucapannya bernada tinggi dan tak pantas disampaikan oleh seorang jurnalis sehingga relawan merasa direndahkan.


Apalagi jurnalis harus mengerti kode etik dalam menjalankan tugasnya di lapangan dan memberi edukasi ke masyarakat.


Akbar panggilan Ceper, sebagai relawan yang bertugas untuk distribusi bantuan paket makanan ke korban erupsi Semeru ini merasa tersinggung dengan ucapan bernada tinggi dari oknum jurnalis TV nasional ini dengan kalimat, “Tau apa sampean Semeru ini.”


Kata Ceper nada bicara itu membuatnya terkaget. Karena selain dia menolak imbauannya naik keluar dari jalur aliran lahar dingin, di bawah Jembatan Gantung, maka mencibirnya.


“Berapa tahun kamu di sini. Aq sudah satu tahun, berapa relawan ku yang mati di sini,” ujar oknum WS ditirukan Ceper.


Menanggapi keributan itu, Agus Setiawan salah satu pengurus Majelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Lumajang menyesalkan tindakan oknum jurnalis tersebut.


Kata Agus Setiawan, sudah sepatutnya oknum jurnalis televisi Nasional berinisial (WS) agar memberikan klarifikasi secara terbuka di depan relawan dan masyarakat umum.


“Jangan hanya sekadar meminta maaf lewat video saja. Semestinya klarifikasi secara terbuka dengan relawan, karena saat kejadian juga dilakukan secara terbuka di depan masyarakat,” ujarnya.


Selanjutnya, Agus Setiawan, meminta agar Satgas Kebencanaan dan Instansi terkait memanggil oknum jurnalis WS agar mengklarifikasi pernyataannya di video bahwa WS memiliki dua orang relawan yang menjadi korban meninggal di Curah Koboan.


“Harus diklarifikasi secara jelas. WS harus jelaskan omongannya benar apa tidak kepada publik secara luas. Agar tidak terjadi informasi menyesatkan dan hoax,” ujar Agus.


Oknum jurnalis WS juga diminta melakukan upaya proaktif kepada media dan masyarakat termasuk organisasi masyarakat seperti MCP Pemuda Pancasila.


Jika tidak maka badan penyuluhan dan pembelaan hukum (BPPH) PP akan melakukan upaya selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.


WS saat dihubungi lewat seluler mengatakan, “saya atas nama pribadi saya yang memiliki akun bang Iwan itu mengakui bahwa saya bersalah,dan saya juga meminta maaf di grup – grup WhatsApp


Saya juga mohon maaf untuk relawan erupsi Semeru Provinsi, dan saya berharap ini menjadi pelajaran untuk saya pribadi,” ujarnya. (One/Red)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama