Tanjung Selor, Babinsa Posramil-2 salimbatu kec tg Palas tengah Serma Yasmin hadiri Acara Tolak Bala Seribu Ketupat bertempat di Rumah Adat Tidung Jalan Pembangunan RT 04 Desa Salimbatu Kec Tanjung Palas Tengah, Rabu (13/9/2023).


Serma Yasmin mengatakan Tradisi Tolak Bala Seribu Ketupat ini merayakan makna mendalam di balik ketupat, sekaligus mengajarkan nilai-nilai solidaritas, gotong royong, dan harapan akan kesejahteraan. 


Ketupat adalah hidangan khas Indonesia yang terbuat dari nasi ketan yang dibungkus dalam daun kelapa. Bentuknya yang segi enam melambangkan kebulatan dan keselamatan. Dalam tradisi ini, ketupat menjadi simbol kesejahteraan dan keberuntungan.


Tradisi Tolak Bala Seribu Ketupat biasanya dirayakan bersama oleh masyarakat setempat. Masyarakat berkumpul untuk bersama-sama membuat ribuan ketupat dengan tekad untuk menghadirkan kebahagiaan dan kebaikan dalam hidup mereka.


Tradisi Tolak Bala Seribu Ketupat mengandung harapan untuk kesejahteraan, kebahagiaan, dan perlindungan bagi masyarakat. Ketupat yang digunakan sebagai alat tolak bala menjadi simbol keyakinan akan perlindungan dan keberuntungan dalam hidup mereka.


Tradisi ini, seperti banyak tradisi budaya, adalah bagian penting dari warisan budaya Indonesia. Di tengah perkembangan zaman, upaya pelestariannya sangat penting agar nilai-nilai dan makna tradisi ini tidak hilang.


Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut Wakil ketua DPRD kabupaten Bulungan H.Hamka, S.IP Camat Asrori, S.IP, Subsektor  Briptu Khaerul Amrulloh, Babinsa Serma Yasmin, Ketua Adat Tidung H Ilhamsyah, Tokoh masyarakat tokoh agama tokoh pemuda dan masyarakat.