Jayapura – Bertempat di Stasiun RRI Papua, Kota Jayapura telah dilaksanakan dialog interaktif yang mengangkat tema Penanganan Kejahatan Jalanan (street crime), Kamis (14/9/2023). Hadir sebagai narasumber utama dalam acara tersebut, Wadir Samapta Polda Papua, AKBP Tonny Ananda, S.H.


Menurut AKBP Tonny Ananda, S.H., dalam dialognya, kejahatan jalanan atau yang dikenal dengan sebutan street crime, seringkali terjadi pada jam-jam rawan, ketika aktivitas masyarakat sedang meredup. Namun, dirinya juga mengungkapkan bahwa tindak jambret telah mengalami penurunan, meskipun masih ada kekhawatiran terkait kejahatan yang melibatkan individu yang tengah dalam pengaruh alkohol. 


“Pelaku-pelaku street crime ini cenderung mencari lokasi yang strategis, yang jauh dari pantauan aparat keamanan,” ucapnya.


Untuk menanggulangi permasalahan ini, AKBP Tonny mengatakan bahwa pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua telah menerapkan langkah-langkah konkret. Salah satunya adalah pelaksanaan patroli rutin di wilayah tersebut. 


“Selain itu, kami juga aktif melakukan patroli dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Tujuan dari patroli dialog ini adalah untuk memahami kondisi wilayah serta gangguan keamanan yang dapat mengganggu ketentraman Masyarakat,” tambah AKBP Tonny.


Selama pelaksanaan patroli, selain menemukan pelanggaran yang berkaitan dengan minuman keras (miras), pihak kepolisian juga berhasil mengungkap kasus narkoba jenis ganja. Mayoritas pelaku yang tertangkap adalah pemuda dan pengangguran, dan barang-barang tersebut ditemukan berasal dari negara tetangga, Papua New Guinea (PNG).


Wadir Samapta Polda Papua itu lantas mengatakan, pentingnya kerja sama antarinstansi terlihat dalam patroli gabungan yang dilakukan pada siang dan sore hari. 


“Patroli ini selalu berkoordinasi dengan Bagian Pembinaan Masyarakat (Binmas) untuk melakukan penggalangan masyarakat. Upaya edukasi juga dilakukan dengan mengajarkan anak-anak di sekolah tentang pentingnya tertib berlalu lintas dan saling menghormati dalam berlalu lintas,” katanya.


Tentunya, kata Tonny, pihak kepolisian sangat mendukung partisipasi aktif dari masyarakat dalam upaya mengatasi kejahatan jalanan. 


“Kita membutuhkan informasi dan masukan dari masyarakat untuk menjalankan patroli presisi yang melibatkan polisi wanita (polwan) sebanyak 12 orang. Masyarakat juga diharapkan turut membantu tugas kepolisian dengan melaksanakan siskamling (sistem keamanan lingkungan),” harap Wadir Samapta Polda Papua.


Dengan kerja sama yang erat antara pihak kepolisian dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan di wilayah tersebut dapat terjaga dengan baik. Patroli dialog antara tokoh-tokoh masyarakat juga akan terus dilakukan secara rutin untuk membahas situasi kamtibmas di sekitar wilayah dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.