Tanjung Selor, Pembinaan kesadaran bela negara bagi mahasiswa baru adalah sebuah tugas penting dalam mendidik generasi muda yang bertanggung jawab dan patriotik. Kasdim 0903/Bulungan Letkol Inf Agus Sulistiyo, S. Sos., M. Si memiliki peran yang sangat signifikan dalam memberikan pandangan dan pedoman kepada mahasiswa baru di Universitas Kaltara (UNIKAL) bertempat di Auditorium Unikaltar Jalan Sengkawit Tanjung Selor Kab Bulungan, Rabu (27/9/2023).


Kasdim 0903/Bulungan Letkol Inf Agus Sulistiyo, S. Sos., M. Si memberikan materi tentang Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara Pembinaan Kesadaran Bela Negara dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru Anagata 15 dengan Tema “Implementasi Merdeka Belajar Dalam Penguatan Karakter Mahasiswa Yang Adaptif, responsif, kompetitif serta Beretika”


Menurutnya, kesadaran bela negara adalah salah satu elemen penting dalam membentuk karakter dan kewarganegaraan yang baik. Ia berpendapat bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi positif dalam pembangunan negara. Namun, kontribusi tersebut harus didasari oleh pemahaman yang kuat tentang arti pentingnya berbangsa dan bernegara.


Kasdim menganggap cinta tanah air sebagai fondasi dari kesadaran bela negara. Menurutnya, mahasiswa harus memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap Indonesia dan semangat untuk melindungi keutuhan, kedaulatan, dan kemajuan negara.


Kasdim berpendapat bahwa pendidikan bela negara harus menjadi bagian integral dari pengalaman mahasiswa. Ini mencakup pemahaman tentang sejarah, budaya, dan nilai-nilai Indonesia, serta pelatihan fisik dan mental untuk menjadi warga negara yang tangguh.


Menurut Kasdim, kesadaran bela negara juga mencakup ketaatan pada hukum. Mahasiswa harus menjadi teladan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan norma-norma hukum yang berlaku.


Kasdim mendorong mahasiswa baru untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ini adalah cara yang efektif untuk menerapkan nilai-nilai bela negara dalam tindakan nyata.


Kasdim juga menyoroti pentingnya tanggung jawab terhadap lingkungan. Mahasiswa harus memahami dampak dari tindakan mereka terhadap lingkungan alam dan berkontribusi pada pelestarian sumber daya alam.


Pembinaan kesadaran bela negara bukan hanya tugas pemerintah atau TNI saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Ia percaya bahwa jika mahasiswa memahami dan menerapkan konsep bela negara dalam kehidupan sehari-hari mereka, Indonesia akan memiliki generasi muda yang kuat, patriotik, dan siap untuk menghadapi tantangan masa depan.


Pembinaan kesadaran bela negara sebagai pondasi utama dalam membangun warga negara yang bertanggung jawab dan penuh semangat. Pandangan dan pedoman ini dapat membantu mahasiswa baru UNIKAL dan generasi muda Indonesia secara keseluruhan untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam pembangunan negara.


Dengan demikian, pembekalan kepada mahasiswa baru UNIKAL tidak hanya akan membantu mereka dalam mengenali kehidupan kampus, tetapi juga akan membekali mereka dengan nilai-nilai dan kesadaran yang kuat dalam konteks berbangsa dan bernegara. Hal ini akan berkontribusi pada pembentukan generasi muda yang memiliki tanggung jawab sosial dan patriotisme yang tinggi dalam memajukan Indonesia.