Tiom - Masyarakat Kampung Enako Distrik Prime melakukan aksi palang jalan Trans Tiom - Wamena terkait masalah internal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Senin (11/12) pagi. 


Aksi pemalangan tersebut membuat aktivitas kendaran di Jalan Trans Tiom - Wamena tidak bisa beroperasi dan macet lantaran tidak bisa dilalui. 


Mendapat informasi tersebut Kapolres Lanny Jaya AKBP Umar Nasatekay, S.IK didampingi Danyon 1721/MKS Letkol Inf. Letkol Heri Kuswannto dan Wakpolres Kompol Hendrik Seru, SH bersama aparat gabungan TNI/Polri mendatangi TKP. 


Kapolres Lanny Jaya AKBP Umar Nasatekay, S.IK ketika di konfirmasi membenarkan hal tersebut. 


"Saat kami mendatangi TKP, aksi palang jalan masih berlangsung namun kita terus melakukan negosiasi kepada pihak pemalang sehingga pemalangan jalan Trans Tiom - Wamena bisa dibuka dan aktivitas kendaraan bisa dilalui dengan syarat menghadirkan Plh. Bupati Lanny Jaya datang untuk mendengarkan aspiraai, " ucapnya. 


"Mendengar hal tersebut Kapolres pun menyanggupi agar jalan tetap dibuka, selanjutnya ia pun langsung berkoordinasi dengan pihak pemerintah dan sekitar pukul 15.54 Wit rombongan Plh. Bupati Lanny Jaya tiba di TKP mendengar langsung aspirasi masyarakat, "jelasnya.


AKBP Umar pun berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lanny Jaya agar setiap permasalahan jangan langsung mengambil tindakan pemalangan jalan karena jalan Trans Tiom - Wamena merupakan salah satu akses lalulintas yang sering digunakan masyarakat. 


"Setiap permasalahan dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga dapat diselesaikan dengan baik pula,"ungkap Kapolres. 


Ia pun menambahkan masalah ini akan dilakukan pertemuan di Kantor Bupati Lanny Jaya pada esok hari (12/12) untuk menyeleasikan pokok permasalahan di intenal Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya. (*) 



Penulis  : HMSLanny