Polresta Jayapura Kota,- Diduga akibat alami cek-cok dengan istrinya, seorang suami berinisial EW (34) nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan dirinya di Pohon yang tidak jauh dari rumahnya bertempat disekitar Polimak Distrik Jayapura Selatan, Selasa (19/3) siang.


Korban EW ditemukan oleh istrinya sendiri sudah dalam keadaan tergantung di pohon dengan diikat oleh tali yang melingkar di lehernya.


Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon, S.H., S.IK., M.H., M.Si melalui Ka SPKT AKP Eddy Purwadi yang pertama kali tiba di TKP bersama personel Piket Fungsi termasuk Tim Inafis Sat Reskrim Polresta Jayapura Kota.


AKP Eddy menerangkan, berawal saat pihaknya mendapatkan laporan tentang adanya seseorang yang tergantung di pohon diduga bunuh diri di Polimak.


"Jadi, begitu menerima laporan kami langsing merespon dengan mendatangi TKP bersama tim identifikasi dan piket fungsi Polresta Jayapura Kota," ujar AKP Eddy.


Lebih kanjut dikatakannya, menurut keterangan saksi yang merupakan istri korban, awalnya keduanya sempat terlibat perdebatan, kemudian korban mengancam akan lakukan bunuh diri. "Namun oleh saksi tidak dihiraukan karena mengira korban hanya main-main, itu sekitar Pukul 11.00 WIT," tambahnya.


Kemudian sekitar jam 1 siang, saksi hendak mengajak korban untuk keluar membeli barang jualan, namun saat mencarinya, saksi melihat melalui jendela korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon dengan terikat tali di lehernya.


"Saksi kemudian berteriak meminta tolong atas kejadian tersebut, dengan dibantu masyarakat sekitar korban diturunkan dari gantungan tali yang terikat di lehernya, kemudian menghubungi pihak Kepolisian," ungkap AKP Eddy.


Ia juga menambahkan, peristiwa tersebut kini dalam penanganan Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota, dimana langkah-langkah Kepolisian yang telah diambil yakni, menerima laporan, mendatangi TKP, melakukan Olah TKP, mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara, mengambil keterangan para saksi dan mengarahkan keluarga korban untuk membuat laporan polisi.(*)


Penulis : Subhan