Jayapura – Kepolisian Daerah Papua menggelar Sidang Kelulusan Akhir Tingkat Panitia Daerah (Panda) Penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di Aula Rastra Samara Polda Papua, Kota Jayapura, Jumat (26/06/2026).
Sidang dipimpin oleh Wakapolda Papua, Brigjen Pol Muhajir, S.I.K., M.H., didampingi Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., dan dihadiri para pejabat utama Polda Papua, Kepala Komnas HAM Papua, Frits B. Ramandey, perwakilan Ombudsman RI Wilayah Papua, Jhon Ambon, panitia seleksi, dan seluruh peserta seleksi Taruna/Taruni Akpol Panda Papua.
Pelaksanaan sidang menjadi tahapan akhir seleksi di tingkat daerah sebelum para peserta mengikuti seleksi lanjutan di tingkat pusat. Seluruh proses berlangsung secara terbuka dengan melibatkan pengawas internal maupun eksternal sebagai bentuk komitmen menjaga objektivitas dan transparansi penerimaan anggota Polri.
Dalam sambutannya, Wakapolda Papua menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mampu melewati rangkaian seleksi hingga tahap akhir.
Menurutnya, keberhasilan mencapai tahap ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
"Perjalanan untuk menjadi seorang perwira Polri tidaklah mudah. Tahapan yang telah saudara lalui merupakan bagian dari proses untuk membentuk pribadi yang berintegritas, berkarakter, serta memiliki kesiapan fisik dan mental,” ucapnya.
“Karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan persiapkan diri menghadapi seleksi di tingkat pusat," imbuhnya.
Wakapolda juga mengingatkan para peserta agar tetap menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan, serta terus membangun karakter sebagai bekal menghadapi pendidikan di Akademi Kepolisian.
Berdasarkan hasil sidang, sebanyak 10 peserta dinyatakan lulus pada tingkat Panitia Daerah, terdiri atas delapan peserta pria dan dua peserta wanita. Seluruhnya berhak mengikuti tahapan seleksi tingkat pusat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa setiap tahapan seleksi dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), sehingga seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
"Proses seleksi dilaksanakan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Kehadiran pengawas internal maupun eksternal menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh tahapan berjalan objektif, transparan, dan bebas dari praktik yang menyimpang," kata Kombes Pol Cahyo.
Kombes Cahyo berharap para peserta yang dinyatakan lulus dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta mempersiapkan diri secara maksimal sebelum mengikuti seleksi tingkat pusat.
"Kelulusan di tingkat Panda bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk menghadapi tahapan berikutnya yang memiliki tingkat persaingan lebih tinggi. Kami berharap seluruh peserta dapat menjaga kesehatan, disiplin, dan semangat belajar agar mampu memberikan hasil terbaik serta membawa nama baik Papua di tingkat nasional," tutup Kombes Pol Cahyo.

0 Komentar