Tanjung Selor, Kasdim 0903/Bulungan Letkol Inf Agus Sulistiyo, S. Sos., M. Si bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan bapak Risdianto, S.Pi., M.Si. dan Forkopimda Kab Bulungan hadir dalam kegiatan Lomba Olahraga Tradisional Menyumpit Tingkat Umum Kabupaten Bulungan dalam rangka Hari jadi Kota Tanjung Selor Ke-233 dan Kabupaten Bulungan Ke-63 Tahun 2023 bertempat di Lapangan Ahmad Yani Kel Tanjung Selor Hulu Kec Tanjung Selor Kab Bulungan, Selasa (26/9/2023).


Kasdim 0903/Bulungan Letkol Inf Agus Sulistiyo, S. Sos., M. Si mengatakan olahraga tradisional adalah bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia. Meskipun terus berkembangnya olahraga modern, olahraga tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Lomba olahraga tradisional menyumpit adalah salah satu contoh dari berbagai jenis olahraga tradisional yang masih populer.


Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk mempromosikan budaya lokal dan mempertahankan warisan leluhur. Lomba olahraga tradisional menyumpit ini diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa. Peserta dari berbagai daerah datang bersama untuk bersaing dalam berbagai kategori kompetisi, menunjukkan keterampilan yang mereka pelajari dari generasi ke generasi.


Salah satu momen istimewa dalam kegiatan ini adalah menjadi dukungan moral bagi peserta, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung dan mempromosikan olahraga tradisional sebagai bagian dari budaya nasional. Lebih lanjutnya kegiatan ini menginspirasi, memotivasi peserta, dan mengingatkan mereka akan pentingnya melestarikan warisan budaya.


Lomba olahraga tradisional menyumpit ini tidak hanya tentang persaingan, tetapi juga tentang membangun persaudaraan dan menjalin hubungan antar wilayah. Peserta dan penonton dapat merasakan semangat kebersamaan dalam menjaga budaya nenek moyang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk belajar dari satu sama lain, membagikan pengetahuan tentang teknik dan strategi dalam olahraga tradisional ini.


Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, hal ini menunjukkan bahwa olahraga tradisional menyumpit memiliki potensi untuk terus tumbuh dan berkembang di masa depan.


Dalam era globalisasi ini, menjaga dan melestarikan budaya tradisional menjadi tantangan tersendiri. Namun, melalui kegiatan seperti lomba olahraga tradisional menyumpit, kita dapat menghormati warisan leluhur kita sambil tetap beradaptasi dengan zaman yang terus berubah. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus diadakan dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk mencintai dan melestarikan budaya Indonesia.