Jakarta, 12 Maret 2026 – Takeda, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), dan Palang Merah Indonesia (PMI) hari ini secara resmi meluncurkan aliansi “United Against Dengue: Penguatan Kemitraan untuk Pencegahan Dengue dan Peningkatan Ketangguhan Masyarakat” di Indonesia.


Peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari kemitraan United Against Dengue (UAD) di tingkat regional yang diluncurkan pada Juni 2025, sekaligus menandai langkah penting dalam memperluas kolaborasi regional menjadi aksi nyata yang dipimpin secara lokal. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap dengue di Indonesia, dan Indonesia menjadi negara pertama yang mengaktifkan kemitraan ini di tingkat nasional, menunjukkan bagaimana komitmen regional dapat diterjemahkan menjadi aksi berbasis komunitas.


Dengue Masih Menjadi Ancaman Serius Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan global. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), terdapat 14,6 juta kasus dan 12.000 kematian akibat dengue pada tahun 2024.


Di Indonesia, data BPJS Kesehatan tahun 2024 mencatat sebanyak 1.055.255 kasus rawat inap akibat dengue (di luar Kejadian Luar Biasa), dengan beban ekonomi mencapai hampir Rp3 triliun. Hal ini menegaskan bahwa dengue merupakan ancaman serius bagi masyarakat luas, baik secara langsung maupun tidak langsung.


Komitmen Takeda dalam Mendukung Target Nol Kematian Dengue “Sebagai mitra jangka panjang bagi Indonesia, Takeda berkomitmen untuk melawan DBD/dengue melalui kemitraan publik-swasta yang kuat guna mendukung tercapainya tujuan besar pemerintah Indonesia untuk mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030. Melalui aliansi United Against Dengue, kami ingin mendorong penguatan upaya pencegahan melalui edukasi yang menjangkau berbagai elemen masyarakat dan komunitas di Indonesia bersama dengan para pemangku kepentingan terkait. Kami berharap, komitmen bersama ini dapat memperkuat aksi di tingkat komunitas, di tengah masyarakat, dalam menghadapi ancaman DBD/dengue yang ada sepanjang tahun di Indonesia,” ujar Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines.


Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Masyarakat United Against Dengue dirancang untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan intervensi berbasis masyarakat melalui kolaborasi multisektor, strategi berbasis bukti, peningkatan keterlibatan komunitas, serta pemanfaatan inovasi.


Kathryn Clarkson, Head of Delegation and Representative to ASEAN, Country Cluster for Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapore and Timor-Leste, IFRC, “Kami mengapresiasi komitmen kuat Takeda dalam upaya pencegahan dengue di Indonesia dan secara global. Melalui inisiasi United Against Dengue ini, IFRC bersama para mitra berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan menghubungkan pemerintah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, dan masyarakat untuk mendorong upaya pencegahan dengue yang berkelanjutan. Dengan jejaring luas Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Indonesia dan di berbagai negara serta dukungan relawan di tingkat masyarakat, IFRC berkomitmen untuk memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis masyarakat, peningkatan kesadaran, dan kesiapsiagaan terhadap dengue. Kami percaya bahwa melalui kemitraan yang kuat di tingkat regional maupun nasional, kita dapat bersama-sama mengurangi beban dengue dan melindungi generasi mendatang.”


Peran PMI dalam Penguatan Implementasi di Tingkat Masyarakat, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes., Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI, “PMI meyakini pentingnya kolaborasi multipihak yang menyeluruh agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi populasi terdampak. Bagi PMI, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam mendukung agenda kesehatan masyarakat serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko penyakit menular. Program ini juga mendukung strategi nasional pengendalian dengue Kementerian Kesehatan RI, di mana PMI berperan sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat implementasi di tingkat masyarakat."


Dukungan Luas dari Pemangku Kepentingan Peluncuran ini turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai institusi, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), WHO Indonesia, Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


Tentang United Against Dengue United Against Dengue merupakan kolaborasi regional multi-tahun yang bertujuan memperkuat pencegahan dan pengelolaan dengue di kawasan Asia-Pasifik. Inisiatif ini berfokus pada peningkatan ketahanan komunitas, advokasi kebijakan, serta dukungan kepada masyarakat dalam menghadapi dengue.


Diinisiasi oleh IFRC dan Takeda, kolaborasi ini mendukung target WHO dan ASEAN untuk mengeliminasi kematian akibat dengue yang dapat dicegah pada tahun 2030. Program ini didasarkan pada tiga pilar strategis: Mendidik, Mengadvokasi, dan Memberikan Dukungan.