PASURUAN KOTA – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Pasuruan dan daerah hulu selama lebih dari tiga jam mengakibatkan banjir genangan serta luapan Sungai Welang di sejumlah wilayah, Selasa hingga Rabu (19–20 Mei 2026). Berdasarkan laporan terbaru Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Pasuruan, kondisi banjir genangan saat ini telah surut, namun banjir akibat luapan Sungai Welang masih menggenangi beberapa kawasan permukiman warga.


Banjir genangan mulai terjadi sekitar pukul 20.30 WIB dengan ketinggian air tertinggi pada pukul 22.00 WIB, kemudian mulai berangsur surut sejak pukul 23.00 WIB hingga dinyatakan surut sekitar pukul 00.00 WIB.


Sementara itu, luapan Sungai Welang mulai terjadi pukul 21.00 WIB dan mencapai titik tertinggi pada pukul 00.00 WIB. Air mulai mengalami penurunan pada pukul 03.11 WIB, namun hingga saat ini sejumlah lokasi masih tergenang.


Beberapa wilayah yang terdampak banjir genangan meliputi Kecamatan Purworejo, Gadingrejo, dan Panggungrejo dengan tinggi genangan bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter.


Sedangkan banjir luapan Sungai Welang mengakibatkan sejumlah kawasan di Kecamatan Gadingrejo terdampak, di antaranya Dusun Karangasem dan Dusun Rujak Gadung di Kelurahan Karangketug, serta Jalan Jolondriyo di Kelurahan Krapyakrejo dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 100 sentimeter.


Berdasarkan perkembangan terbaru di Kelurahan Krapyakrejo, dampak luapan air telah masuk ke rumah-rumah warga, yakni:


* RT 02 terdapat 1 rumah warga kemasukan air;

* RT 03 terdapat 8 rumah warga kemasukan air;

* RT 01 RW 06 terdapat 7 rumah warga kemasukan air.


Penyebab banjir diduga akibat tingginya curah hujan di wilayah Kota Pasuruan dan daerah hulu, yang menyebabkan peningkatan debit air sungai hingga melebihi kapasitas alirannya serta kiriman air dari wilayah hulu.


BPBD Kota Pasuruan bersama sejumlah unsur terkait bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan dengan mengerahkan personel BPBD, Pusdalops PB, Agen PB Jawa Timur, TNI-Polri, Dinas Sosial, DPU SDA Jawa Timur, serta unsur kecamatan, kelurahan, dan masyarakat setempat.


Upaya yang telah dilakukan meliputi asesmen wilayah terdampak, monitoring titik rawan banjir, pengerahan dua unit mobil rescue, satu unit perahu karet, serta koordinasi dengan aparat lingkungan dan tokoh masyarakat setempat.


Hingga laporan ini diterbitkan, tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat kejadian tersebut. Kondisi cuaca saat ini dilaporkan berawan dan petugas masih terus melakukan pemantauan di wilayah yang terdampak luapan Sungai Welang.


Pihak BPBD Kota Pasuruan mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan debit air, khususnya warga yang berada di sekitar bantaran sungai dan wilayah rawan banjir.