Ilaga, Senin 02 Maret 2026 – Kepala Suku Besar Kabupaten Puncak, Abelom Kogoya, mengajak kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di wilayah, khususnya di Kota Ilaga, Kabupaten Puncak.
Dalam penyampaiannya, Abelom menyoroti dinamika keamanan di sejumlah wilayah lain yang sebelumnya relatif aman namun kini mulai terdengar bunyi tembakan akibat aktivitas kelompok bersenjata. Ia mengingatkan agar kondisi serupa tidak terjadi di Puncak.
“Di beberapa wilayah lain yang dulu aman, sekarang sudah mulai terdengar bunyi tembakan. Kita di Puncak harus belajar dari situasi tersebut dan menjaga kampung kita supaya tetap tenang dan aman,” ujarnya.
Secara tidak langsung, ia menjelaskan bahwa setiap keberadaan kelompok bersenjata biasanya akan diikuti dengan upaya penindakan oleh aparat keamanan, yang berpotensi menimbulkan baku tembak dan rasa takut di tengah masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat berdampak pada terganggunya aktivitas warga, mulai dari berkebun, berdagang, hingga kegiatan sehari-hari lainnya.
Abelom juga mengingatkan bahwa apabila gangguan keamanan kembali terjadi, masyarakat berpotensi mengalami pengungsian serta kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama agar masyarakat dapat beraktivitas dengan normal dan nyaman.
“Kalau situasi tetap aman seperti sekarang, kita bisa ke kebun, ke pasar, dan menjalankan kegiatan sehari-hari tanpa rasa takut. Itu yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau aktivitas yang dapat memicu gangguan keamanan. Ia menekankan pentingnya kesadaran dalam menjaga wilayah agar tetap kondusif demi keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Puncak .
Peran kepala suku sebagai figur tokoh yang memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat dinilai strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, sehingga himbauan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami secara luas oleh warga setempat.

0 Komentar