Jayapura – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) menggelar Festival Industri Kecil Menengah (IKM) Tahun 2026 di Terminal Entrop, Distrik Jayapura Selatan.
Festival yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, pada Jumat (21/8/2026), tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Plt. Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Alberto Fred Itaar, mengatakan Festival IKM menjadi sarana promosi dan pemasaran produk lokal sekaligus ruang untuk memperluas jejaring usaha serta meningkatkan daya saing pelaku IKM dan industri kreatif.
Menurutnya, kegiatan tersebut secara khusus memberikan ruang bagi pelaku usaha, termasuk Orang Asli Papua (OAP), untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulan kepada masyarakat, pemerintah, dunia usaha, serta calon konsumen.
Selain meningkatkan akses pasar, festival tersebut diarahkan untuk mendorong semangat kewirausahaan, meningkatkan kualitas dan kontinuitas produksi, memperkuat branding serta kemasan produk, sekaligus membuka peluang pemasaran produk IKM Kota Jayapura ke tingkat regional, nasional hingga internasional.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengapresiasi pelaksanaan Festival IKM tersebut. Ia mengajak masyarakat untuk hadir dan membeli produk yang dipasarkan para pelaku UMKM dan industri lokal.
Menurut Abisai, dukungan masyarakat terhadap produk lokal penting untuk membantu meningkatkan pendapatan pelaku usaha sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan UMKM tidak hanya perlu diperhatikan saat festival berlangsung, tetapi harus terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Jayapura.
“Karena UMKM itu adalah bagian dari kita semua yang ada di Kota Jayapura. Mari kita semua harus saling mendukung,” ujar Abisai.
Festival IKM Kota Jayapura diikuti sejumlah pelaku usaha binaan pemerintah daerah dengan beragam produk, antara lain batik Papua, olahan perikanan, makanan ringan, jajanan, noken, kerajinan khas Papua, VCO, produk pangan olahan, ukiran, fashion hingga berbagai produk industri kreatif lainnya.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga memperluas akses pasar dan membangun jejaring antara pelaku IKM, UMKM, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sebagai konsumen produk lokal.
