Pembangunan Jembatan Beton Garuda Tahap VII Terus Berlanjut, Rangka Bekisting dan Pelangsiran Material Batu Dikerjakan

  


Lumajang – Proses pembangunan Jembatan Beton Garuda tahap VII yang menjadi akses penghubung antara Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, dengan Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan. Memasuki tahap pengerjaan berikutnya, proses pembangunan difokuskan pada pemasangan rangka bekisting dan pelangsiran material batu sebagai bagian dari persiapan konstruksi jembatan.


Pasiter Kodim 0821/Lumajang Ahmad Ely Supriyadi, saat dikonfirmasi pada Senin (5/10/2026) menyampaikan bahwa pada pelaksanaan tahap VII, pekerjaan saat ini diarahkan pada pelangsiran material batu dan pemasangan rangka bekisting. Dengan melibatkan berbagai unsur yang bekerja secara bertahap dan terkoordinasi guna memastikan setiap proses pembangunan dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.


“Dalam pelaksanaan pembangunan tahap VII ini, kegiatan yang sedang dilakukan yaitu pelangsiran material batu serta pemasangan rangka bekisting. Pekerjaan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan konstruksi di lapangan,” ujarnya.


Menurutnya, pemasangan rangka bekisting menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan jembatan beton karena berfungsi sebagai cetakan sekaligus penopang sementara sebelum proses pengecoran dilakukan. Sementara itu, pelangsiran material batu dilakukan untuk memastikan kebutuhan material di titik pekerjaan dapat tersedia dan mendukung kelancaran tahapan konstruksi berikutnya.


Lanjut Ely, bahwa pembangunan Jembatan tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan akses penghubung antardesa, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat. Keberadaan jembatan nantinya diharapkan dapat memperlancar aktivitas warga, termasuk akses menuju pusat perekonomian, pendidikan, maupun fasilitas pelayanan masyarakat.


“Dengan terus berjalannya tahapan pembangunan, pengerjaan Jembatan Beton Garuda tahap VII menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah sekaligus membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat di kawasan tersebut. Sinergi dan gotong royong dalam setiap tahapan pembangunan menjadi faktor penting untuk menjaga pekerjaan tetap berjalan optimal,” pungkasnya. (Pendim0821)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama